Jakarta (KABARIN) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa dukungan terhadap film bertema sejarah tidak hanya soal pendanaan, tetapi juga perlu diperkuat lewat ruang apresiasi agar karya para sineas bisa menjangkau masyarakat lebih luas, terutama generasi muda.
“Film seperti ini harus kita dukung bersama, bukan hanya secara finansial, tetapi juga dengan memberi perhatian dan ruang agar generasi muda memahami sejarah serta mengenal tokoh bangsa,” kata dia dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Menurut Rano, film memiliki peran penting sebagai media edukasi yang mampu membentuk karakter anak muda melalui pesan moral, nilai keteladanan, dan semangat kebangsaan yang dikemas lebih dekat dengan kehidupan sehari hari.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga disebut tengah mendorong pengembangan industri perfilman melalui rencana pembentukan Jakarta Film Commission yang dijadwalkan pada 22 Juni 2026. Program ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu kota perfilman bertaraf internasional.
“Jakarta akan menjadi kota sinema. Kami telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk internasional. Ini menunjukkan potensi besar Jakarta dalam industri kreatif, khususnya perfilman,” kata Rano.
Ia juga menargetkan Jakarta bisa menjadi tuan rumah berbagai agenda perfilman dunia sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif nasional yang lebih kompetitif.
Dalam kesempatan terpisah, Rano bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta dan BUMD turut menghadiri pemutaran film “Buya Hamka III” di salah satu bioskop kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin 20 April.
Kehadiran tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap karya film nasional yang mengangkat tokoh sejarah dan diharapkan dapat memperkaya wawasan generasi muda tentang figur inspiratif bangsa.
Rano menilai film tersebut memiliki nilai penting dalam memperkenalkan sosok teladan di tengah semakin jauhnya generasi muda dari sejarah dan tokoh bangsa.
“Film ini dibuat melalui perjalanan panjang. Sejak awal, produser sudah memahami risikonya. Namun, yang terpenting adalah bagaimana generasi muda dapat mengenal Buya Hamka sebagai tokoh panutan,” kata Rano.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026